Jumat, 28 Januari 2022

POLA INTERAKSI MANUSIA MEMENGARUHI EKOSISTEM

Dalam ekosistem manusia berperan sebagai bagian dari komponen biotik dan peran manusia ini besar sekali pengaruhnya terhadap kuaalitas lingkungan. Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pemcemaran sungai, laut, tanah dan udara disebabkan oleh perilaku manusia yang memanfaatkan kekayaan alam dan kurang menyadari akan kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkannya. Karena ulah manusia kualitas lingkungan dapat menurun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia di masa datang. Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri.

Menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982 pencemaran lingkungan adalah berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.


Faktor-faktor Penyebab Perubahan Lingkungan
Faktor penyebab perubahan lingkungan dapat dibedakan menjadi faktor alam dan faktor manusia. Faktor yang dapat menimbulkan kerusakan antara lain gunung meletus, gempa bumi, angin topan, kemarau panjang, banjir, dan kebakaran hutan. Faktor manusia berupa kegiatan manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan misalnya, membuang limbah (limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan sebagainya) secara sembarangan, menebang hutan sembarangan, dan sebagainya. Penebangan hutan hujan tropik di Indonesia dapat berpengaruh pada perubahan iklim global karena hutan merupakan paru-paru dunia.

Macam-macam Pencemaran Lingkungan
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Polutan adalah suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan bahan pencemar lingkungan, misalnya: bahan kimia, debu, panas dan suara. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup karena jumlahnya melebihi normal, berada pada waktu yang tidak tepat, dan di tempat yang tidak tepat. Polutan tersebut dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap r*kok. Setiap bahan buangan penyebab pencemaran udara tersebut memiliki dampak sendiri-sendiri bagi manusia.
  • CO (Karbon monoksida). Jika mesin mobil dihidupkan dalam garai tertutup, orang yang ada di garasi dapat meninggal akibat menghirup gas CO. Menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil gelap tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot dapat masuk ke dalam kabin mobil dan dapat menyebabkan kematian.
  • SO & SO2bereaksi dengan air hujan mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, besi dan logammudah berkarat, dan lain-lain.
  • Asap rok*k menyebabkan batuk kronis, kanker paru-paru, memengaruhi janin dalam kandungan, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
  • CFC (Cloro Fluoro Carbon) biasa ditemukan di pendingan ruangan (AC), lemari pendingan, busa jok mobil. CFC dapat merusak lapisan ozon dan juga menyebabkan pemanasan global..
  • CO2 (Karbon dioksida). Meningkatnya kadar CO2 di udara jika tidak segera diubah akan mengakibatkan efek rumah kaca.


Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain, seperti berikut.

  • Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan.
  • Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi/karat pada logam, dan memudarnya warna cat.
  • Terganggunya pertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam (efek hujan asam).
  • Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Hal ini sering disebut pemanasan global (global warming).
pencemaran lingkungan


2. Pencemaran Air

Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara lain: limbah pertanian, limbah rumah tangga, dan limbah industri.
  • Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai.
  • Limbah rumah tangga berupa berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia), atau bahan anorganik misalnya plastik, aluminium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang tertimbun menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir.
  • Limbah Industri, Kebocoran tanker minyak dapat menyebabkan minyak menggenangi lautan sampai jarak ratusan kilometer. Tumpahanminyak mengancam kehidupan ikan,  terumbu karang, burung laut, dan organisme laut lainnya


Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain:

  • Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
  • Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi) yang dapat berakibat kurang oksigen di perairan yang dapat membunuh biota perairan dan terjadinya pendangkalan dasar perairan.
  • Menjalarnya wabah penyakit karena air yang kotor menjadi sumber penyakit, di antaranya muntahber.


Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan

  • Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
  • Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
  • Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
  • Memperluas gerakan penghijauan atau reboisasi.
  • Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
  • Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
Penggunaan lahan yang ramah lingkungan.

sumber: https://theblaemblaem.com/rangkuman-ipa-interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan/




INTERAKSI DALAM EKOSISTEM MEMBENTUK SUATU POLA

 Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi.

Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama komponen biotik.

1. Interaksi Antara Makhluk Hidup dengan
Makhluk Hidup yang Lain.
Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaringjaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis.

2. Macam-macam Simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang
berbeda jenis. Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis  komensalisme, dan simbiosis parasitisme. simbiosis mutualisme merupakansuatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu sama lain.

simbiosis  komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu
yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian.

simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain

sumber: https://theblaemblaem.com/rangkuman-ipa-interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan/




HAL HAL YANG DITEMUKAN DALAM SUATU LINGKUNGAN



Di sekolah, kamu menghabiskan waktu dalam ruangan kelas untuk berinteraksi dengan teman dan guru. Setelah kegiatan sekolah selesai, mungkin kamu pergi ke lapangan olahraga, ke toko buku, atau berjalan menuju tempat bermain. Setiap hari, kamu menuju ke tempat yang berbeda di sekitarmu.

Dalam suatu habitat, terdapat berbagai jenis makhluk hidup dan makhluk tak hidup.

Dalam suatu habitat, terdapat berbagai jenis  makhluk hidup dan makhluk tak hidup .Tempat yang kamu kunjungi merupakan suatu habitat bagi suatu makhluk hidup. Pada tempat tersebut akan  terjadi interaksi antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup.

SUMBER:

https://theblaemblaem.com/rangkuman-ipa-interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan/ https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmaterikimia.com%2Frangkuman-materi-interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungannya-smp-kelas-7-kurikulum-2013%2Fhal-hal-yang-ditemukan-dalam-suatu-lingkungan%2F&psig=AOvVaw0G4TlVUJXIQV38Wnt1vm--&ust=1643461239247000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCOD_zL_A1PUCFQAAAAAdAAAAABAD





Kamis, 27 Januari 2022

PENGERTIAN LINGKUNGAN

SUMBER: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.gurupendidikan.co.id%2Fpengertian-lingkungan%2F&psig=AOvVaw1tdRP-TQagRukTe4Y8eLUI&ust=1643459558568000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCNDQpaO61PUCFQAAAAAdAAAAABAD

istilah lingkungan berasal dari kata ‘Environment” yang mempunyai makna The Physical, cemical and biotic cond
ition surrounding an organism. Berdasarkan istilah tersebut, lingkungan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks, sehingga dapat memengaruhi satu sama lain.

Selain itu, komponen lingkungan itu dapat saling memengaruhi dengan
kuat. Ada saatnya kualitas lingkungan berubah menjadi baik dan tidak menutup kemungkinan untuk berubah menjadi buruk. Perubahan itu dapat disebabkan oleh makhluk hidup dalam satu lingkungan tersebut. Lingkungan terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan abiotik.

1. Komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan,tumbuhan, dan jasad renik.
2. Komponen abiotik, terdiri atas benda-benda tidak hidup di antaranya air, tanah, udara, dan cahaya.

SUMBER: https://theblaemblaem.com/rangkuman-ipa-interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan/





MEMBUAT SEL TUMBUHAN


Rabu, 12 Januari 2022

SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN

SEL SEBAGAI UNIT STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL KEHIDUPAN

KOMPAS.com - Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan keturunannya. Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda, seperti sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteria dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti nukleus). Sel prokariotik memiliki bahan-bahan dalam sel tetapi tidak diselubungi membran inti. Sel Eukariotik (Yunani, eu berarti sejati atau sebenarnya) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membrane inti. Sel Prokariot strukturnya lebih sederhana dari pada struktur sel eukariota  karena tidak mempunyai organel  terbungkus membran. Pembatas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar, yang biasanya mirip jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel gerak), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaannya.              
  Sel eukariot umumnya jauh lebih besar dari sel prokariot. Selain membran plasma di permukaan luarnya, sel eukariot memiliki membran internal yang ekstensif dan tertata secara rumit, yang membagi sel menjadi kompartemen-kompartemen (organel).
 Kompartemen-kompartemen memberikan lingkungan lokal yang berbeda yang memfasilitasi fungsi metabolik spesifik. Sehingga proses-proses yang tidak kompatibel dapat berlangsung bersamaan dalam suatu sel. 
 Membran plasma dan membran organel juga berpartisipasi langsung dalam metabolisme sel, sebab banyak enzim yang terdapat dalam membran tersebut.
 Ukuran sel sangat kecil, sehingga kamu hanya dapat mengamatinya dengan bantuan mikroskop. Makhluk hidup ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) contohnya bakteri dan amoeba. 
Ada juga makhluk hidup yang tersusun oleh banyak sel (multiseluler), contohnya cacing, manusia, dan tumbuhan. Meskipun sel yang menyusun tubuh makhluk hidup beraneka ragam, sesungguhnya struktur dasar sel hampir sama.
 Organel-organel sel                                                                                                                         
    Setiap sel tersusun atas membran sel, protoplasma, dan inti sel. Protoplasma merupakan cairan sel yang di dalamnya terlarut berbagai bahan organik dan anorganik. Pada protoplasma terdapat organela-organela dan inti sel.
  1.  Membran sel, Membran sel atau membran plasma merupakan batas antara bagian luar dan dalam sel, berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat dan pelindung sitoplasma. Melalui membran sel ini berbagai zat seperti oksigen dan zat makanan masuk ke dalam sel, sedangkan zat sisa keluar dari dalam sel. 
  2.  Protoplasma, merupakan cairan sel (plasma sel) yang bersifat koloid karena partikel yang terlarut di dalamnya berukuran 0,001 – 0,1 µm. Protoplasma dibedakan atas nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma adalah cairan yang ada pada inti sel, sedangkan sitoplasma berada di antara membran sel dan membran inti. Komponen sitoplasma terbesar adalah air (± 80 – 90 persen) dan bahan-bahan terlarut seperti karbohidrat, protein, lemak, dan garam-garam mineral.  
  3. Inti sel (nukleus), Inti sel umumnya terletak di tengah-tengah sel, berbentuk oval atau bulat. Fungsinya sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam inti sel terdapat kromosom yang gen-gennya berperan dalam menentukan sifat keturunan (hereditas). Guna melangsungkan proses-proses kehidupannya, sel memiliki organela-organela sel yang berada pada sitoplasma dan masing-masing menjalankan fungsi yang berbeda-beda. 
 Beberapa organela sel adalah sebagai berikut: 
  1.  Mitokondria, berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel yaitu untuk menghasilkan energi. Semakin aktif suatu sel semakin banyak mitokondrianya.
  2. Retikulum endoplasma, merupakan sistem membran yang menghubungkan membran inti dengan membran sel. Berfungsi untuk menyusun dan menyalurkan zat-zat ke bagian-bagian sel. Retikulum endoplasma dapat dibedakan menjadi retikulum endoplasma halus dan retikulum endoplasma kasar. Retikulum endoplasma kasar ditempeli oleh ribosom sedangkan retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom. 
  3. Ribosom, biasa menempel pada sel tumbuhan. Plastida yang memiliki zat warna hijau atau klorofil disebut dengan kloroplas, fungsinya untuk fotosintesis. 
  4. Vakuola, pada sel tumbuhan ukurannya besar, fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan. Pada Protozoa terdapat vakuola makanan untuk mencerna makanan dan vakuola kontraktil untuk yaitu mengatur konsentrasi cairan dalam sel (osmoregulasi).
  5.  Badan Golgi, berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Badan golgi berperan untuk modifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh RE dan menyalurkannya ke organel-organel yang membutuhkan. Pada tumbuhan organel ini disebut diktiosom.
  6.  Lisosom, merupakan organel yang berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan atau zat asing. Jika lisosom pecah, enzim di dalamnya akan mencerna dan menghancurkan organel sel dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada hewan.
  7. Dinding sel, membran sel tumbuhan dilindungi dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel menjaga bentuk sel tumbuhan tidak berubah dan kaku.
  8. Plastida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastida mengandung pigmen tertentu. Kloroplas merupakan plastida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromoplas berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil. Leukoplas berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/21/130000469/sel-sebagai-unit-struktural-dan-fungsional-kehidupan?page=all.

Editor : Serafica Gischa

sumber:https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/21/130000469/sel-sebagai-unit-struktural-dan-fungsional-kehidupan?page=all
sumber:https://www.mikirbae.com/2016/12/sel-sebagai-unit-struktural-dan.html