Rabu, 16 Februari 2022

PENCEMARAN TANAH

 


Pencemaran tanah, Penyebab Dan Dampaknya
Pencemaran tanah adalah keadaan atau suatu kondisi dimana bahan/zat kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Penyebab pencemaran tanah dapat disebabkan beberapa hal diantaranya
  1. Bahan atau benda yang tidak dapat di daur ulang misalnya plastik, kaca, logam dan karet. Jika benda-benda tersebut tertimbun dalam tanah maka struktur tanah menjadi rusak
  2. Zat kimia misalnya sisa pestisida dari pertanian yang meresap kedalam tanah ataupun sisa limbah industri dan rumah tangga seperti deterjen dan lainnya
  3. Pengikisan lapisan humus (topsoil) oleh air
  4. Deposit senyawa asam dari peristiwa hujan asam

Dampak pencemaran tanah

Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran tanah sangat kompleks baik itu bagi kesehatan, ekosistem, dan tentu saja dampak langsung yang sangat terasa adalah di bidang pertanian dan berikut akan saya jabarkan dari masing dampak tersebut
 
1.Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan : bergantung pada jenis polutannya
  • Kromium - berbagai macam pestisida dan herbisida adalah bahan karsinogenik bagi semua populasi
  • Timbal yang merupakan bahan berbahaya terutama untuk anak-anak, dapat menyebabkan kerusakan otak dan ginjal
  • Paparan kronis terhadap benzena dapat meningkatkan terkena leukemia
  • Merkuri (Air Raksa) dan siklodiena dapat menyebabkan kerusakan ginjal
  • PCB dan Siklodiena dapat menyebabkan keracunan hati
  • Organofosfat dan Karmabat mengakibatkan gangguan pada saraf otot
  • Klorin dapat merangsang perubahan pada hati dan ginjal, juga menyebabkan penurunan sistem saraf pusat
2.Dampak pencemaran tanah terhadap ekosistem

Perubahan kimiawi pada tanah yang diakibatkan bahan kimia menyebabkan perubahan metabolisme dari mokroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Dari perubahan kimiawi tersebut juga bahkan dapat mengakibatkan kematian spesies premier tertentu dari rantai makanan dan tentu juga akan memengaruhi level rantai makanan di atasnya sebagai predator

3.Dampak pencemaran tanah terhadap pertanian

Pencemaran tanah yang diakibatkan beberapa penyebab yang sudah saya sebutkan di atas akan berdampak langsung mengurangi tingkat kesuburan dan struktur tanah dan tentu saja akan berdampak langsung terhadap perkembangan tanaman yang akhirnya akan mengurangi jumlah produksi.



sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kompas.com%2Fskola%2Fread%2F2020%2F01%2F16%2F180000569%2Fpencemaran-tanah-dampak-dan-solusi%3Fpage%3Dall&psig=AOvVaw3oK4OCq19-Hou8ErThrKwU&ust=1645146605484000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCPjSsYPHhfYCFQAAAAAdAAAAABAV
https://disperkimta.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pencemaran-tanah-11

PENCEMARAN UDARA

 


Pencemaran udara adalah masuk dan bercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfer, sehingga memunculkan polusi udara

JENIS-JENIS PENCEMARAN UDARA
Pencemaran udara primer: pencemaran ini disebabkan langsung dari sumber pencemar
Pencemaran udara sekunder : pencemaran udara ini disebabkan oleh reaksi antara substansi substansi pencemar udara prime yang terjadi di atmosfer

Penyebab terjadinya pencemaran udara:
-Bebasnya karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) ke udara, yang dapat berasal dari asap kendaraan, asap pembakaran atau kebakaran, asap rokok, asap cerobong pabrik.
-Adanya asap vulkanik dari aktivitas letusan gunung berapi, sehingga dapat menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
-Bebasnya partikel, nitrogen oksida, dan oksida sulfur ke udara, akibat asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau pabrik.
-Adanya Chloro Fluoro Carbon (CFC), dari hasil kebocoran mesin pendingin seperti kulkas dan AC mobil.





Baca artikel detikedu, "Pencemaran Lingkungan: Pengertian, Jenis, dan Penyebab Terjadinya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5765860/pencemaran-lingkungan-pengertian-jenis-dan-penyebab-terjadinya.
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Finformazone.com%2Fpencemaran-udara%2F&psig=AOvVaw3SoyO4Rc3gI6TSehOM7wEp&ust=1645145897579000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCLCvprLEhfYCFQAAAAAdAAAAABAD

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

PENCEMARAN AIR


Pencemaran air merupakan terjadinya perubahan penurunan kualitas air di suatu tempat perairan seperti laut, sungai, danau, dan air tanah.


Penyebab terjadinya pencemaran air:
-Pembuangan hasil bekas limbah industri, rumah tangga, ke perairan.
-Adanya partikel-partikel tanah di perairan, akibat adanya erosi.
-Penggunaan bahan peledak dan racun dalam kegiatan menangkap ikan.
-Tumpahannya minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai.




Baca artikel detikedu, "Pencemaran Lingkungan: Pengertian, Jenis, dan Penyebab Terjadinya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5765860/pencemaran-lingkungan-pengertian-jenis-dan-penyebab-terjadinya.
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fpdamtirtabenteng.co.id%2Fberita%2Fpencemaran-air-dan-prilaku-manusia&psig=AOvVaw0Al7D_-RNEUZdEUo9C2fri&ust=1645145571574000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCPDyqJjDhfYCFQAAAAAdAAAAABAD


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

PENCEMARAN LINGKUNGAN


 Pencemaran lingkungan (environmental pollution) adalah terkontaminasinya komponen fisik dan biologis dari sistem bumi dan atmosfer sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan.

Kontaminasi tersebut bisa berasal dari kegiatan manusia ataupun proses alam, yang menyebabkan kualitas lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sesuai dengan seharusnya.

Sementara, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup memberi penjelasan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Adapun menurut modul Kemdikbud Biologi Kelas X karya Khoirul Huda, S.Pd., M.Pd, pencemaran diartikan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan.

Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut polutan (bahan pencemar). Zat dapat dikatakan sebagai polutan apabila jumlahnya telah melebihi batas normal, yang berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat.

Zat pencemar dikenal juga dengan istilah limbah (sampah). Limbah merupakan bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, seperti kegiatan rumah tangga yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan.

Berdasarkan sifatnya limbah dapat digolongkan menjadi limbah cair, limbah padat, limbah daur ulang, limbah organik, dan limbah bahan berbahaya beracun (B3).




Baca artikel detikedu, "Pencemaran Lingkungan: Pengertian, Jenis, dan Penyebab Terjadinya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5765860/pencemaran-lingkungan-pengertian-jenis-dan-penyebab-terjadinya.
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fkaltim.suara.com%2Fread%2F2021%2F08%2F13%2F172416%2Fdlh-samarinda-sebut-3-sektor-terbesar-pencemaran-lingkungan&psig=AOvVaw1Wdml6b2n0HeR9qzBWSaAv&ust=1645145130455000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCJi_uMLBhfYCFQAAAAAdAAAAABAD

Sabtu, 05 Februari 2022

INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA


 Setiap makhluk hidup tidak bisa hidup sendiri. Mereka berinteraksi dalam ekosistem agar dapat bertahan hidup. Interaksi inilah yang biasa dikenal dengan simbiosis.

Mengutip Modul Ilmu Pengetahuan Alam Paket B oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, simbiosis adalah hubungan ketergantungan antara dua makhluk hidup atau lebih yang hidup bersama. Mereka akan membentuk hubungan yang khas.

Hubungan yang dibentuk mereka tersebut memiliki sifat masing-masing. Ada yang bersifat menguntungkan dan sebaliknya, ada pula yang justru merugikan. Untuk informasi lebih lanjut, dapat disimak mengenai pemaparan jenis dan contoh dari simbiosis sebagai berikut.


Jenis-jenis Simbiosis

 Simbiosis dibagi menjadi tiga jenis. Jenis-jenis simbiosis adalah simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Simbiosis mutualisme
Simbiosis mutualisme adalah interaksi antara dua jenis makhluk hidup berbeda yang saling menguntungkan. Contoh simbiosis mutualisme, yaitu 

-Kupu-kupu atau serangga dan tumbuhan berbunga
Kupu-kupu atau serangga akan menghisap madu dari bunga. Di sisi lain, tumbuhan berbunga dibantu proses penyerbukannya oleh serangga yang hinggap pada bunga tersebut.

-Burung jalak dan kerbau
Burung jalak mendapatkan makanan berupa kutu yang ada di tubuh kerbau. Untuk kerbau sendiri menjadi diuntungkan karena tubuhnya dapat terbebas dari kutu.

2. Simbiosis komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah interaksi antara dua jenis makhluk hidup berbeda. Dari interaksi ini, satu individu akan mendapatkan keuntungan sedangkan satu individu lainnya tidak diuntungkan maupun dirugikan. Beberapa contoh simbiosis komensalisme yaitu:

-Tumbuhan anggrek dan pohon
Anggrek diuntungkan karena dapat menempel pada batang pohon yang cukup tinggi. Hal ini ditujukan agar memperoleh sinar matahari untuk proses fotosintesis.
Sementara itu, pohon yang ditumpangi tidak mendapatkan keuntungan atau kerugian apapun. Sebab, tumbuhan anggrek mampu membuat makanannya sendiri.

-Ikan remora dan hiu
Ikan remora akan memakan sisa makanan yang menempel pada tubuh hiu. Hiu tidak mendapatkan kerugian maupun keuntungan dari interaksi ini.


3. Simbiosis parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah interaksi antara dua jenis makhluk hidup berbeda. Satu individu akan mendapat keuntungan (parasit) sementara individu lain akan dirugikan (inang). Contoh simbiosis parasitisme di antaranya:

-Tali putri dan tumbuhan beluntas
Tali putri yang berperan sebagai parasit mendapat tempat hidup dan makanan dari tumbuhan beluntas. Sebaliknya, tumbuhan beluntas akan merugi karena makanannya diambil oleh tali putri.

-Kutu dan kucing atau anjing
Kutu mendapatkan keuntungan dengan mengisap darah inangnya. Inangnya dirugikan karena darahnya diambil oleh kutu sebagai parasit.

Simbiosis menunjukan interaksi antar makhluk hidup dalam lingkungannya. Interaksi ini akan tetap berjalan agar setiap makhluk hidup dapat menjaga keberlangsungan hidupnya.


sumber: "Simbiosis dan 3 Jenisnya dalam Lingkungan Hidup, Bisa Sebut?" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5924067/simbiosis-dan-3-jenisnya-dalam-lingkungan-hidup-bisa-sebut.
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fruangguru.co%2Fpengertian-simbiosis%2F&psig=AOvVaw0f8U6PmeViZicvnu49ql-F&ust=1644152495624000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCKjAxcPP6PUCFQAAAAAdAAAAABAD



RANTAI MAKANAN DAN JARING-JARING MAKANAN

Rantai Makanan

 Dalam suatu ekosistem, terdapat interaksi antara makhluk hidup yang menghasilkan aliran energi dan siklus materi. Setiap makhluk hidup membutuhkan energi dan nutrisi (makanan) berbeda bergantung pada kondisi dan tempat. Makhluk hidup juga memerlukan tanah, udara, dan matahari untuk mendukung kehidupannya Sebagai contoh, manusia memerlukan tumbuhan dan hewan, begitu pula sebaliknya.
Interaksi makhluk hidup bisa juga dibagi ke dalam persaingan atau saling berdampingan. Makhluk hidup juga dapat saling memangsa satu sama lain. Hubungan makan dan dimakan itulah yang disebut rantai makanan.

 Rantai makanan adalah urutan letak makhluk hidup dalam mendapatkan makanan yang mereka butuhkan, untuk bertahan hidup dalam suatu ekosistem. Rantai makanan menunjukkan aliran energi dan bahan dari satu organisme ke organisme berikutnya, dimulai dengan produsen. Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat tropik.

Organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri, yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof.

  • Produsen menduduki tingkat tropik pertama.
  •  Konsumen I: Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer. Konsumen primer biasanya diduduki oleh hewan herbivora.
  •  Konsumen II: Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder, diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivor) dan seterusnya.
  •  Konsumen puncak: Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. 
  • Dekomposer: Organisme pengurai yang membentuk mata rantai terakhir dalam rantai makanan. Mereka memecah hewan dan tumbuhan yang mati dan mengembalikan nutrisi penting ke tanah. 
Rantai makanan menunjukkan hubungan antara produsen, konsumen, dan pengurai, menunjukkan siapa yang memakan siapa dengan panah. Panah berfungsi untuk menunjukan pergerakan energi melalui rantai makanan. 
Dari contoh rantai makanan tersebut, terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak dimakan ular dan jika ular mati akan diuraikan oleh jamur, yang berperan sebagai dekomposer menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.

 Dengan demikian, pada rantai makanan tersebut dapat dijelaskan bahwa : Padi bertindak sebagai produsen. Belalang sebagai konsumen I (Herbivor). Katak sebagai konsumen II (Karnivor). Ular sebagai konsumen puncak (Karnivor). Jamur sebagai dekomposer. Dalam rantai makanan laut, ada produsen khusus yang berbeda dengan rantai makanan darat. Produsen tersebut adalah tanaman mikroskopis kecil yang disebut fitoplankton. Biasanya zooplankton (binatang kecil dalam air) akan memakan fitoplankton lalu binatang lain yang lebih besar akan memakan zooplankton. Fitoplankton dan zooplankton menjadi sumber makanan hampir semua organisme laut. Kadang-kadang kombinasi zooplankton dan fitoplankton disebut sebagai plankton.

Jaring-Jaring Makanan

 Jaring-jaring makanan terdiri dari semua rantai makanan dalam satu ekosistem. Setiap makhluk hidup dalam suatu ekosistem merupakan bagian dari beberapa rantai makanan. Setiap rantai makanan adalah jalur untuk mengambil energi dan nutrisi.
 Dalam suatu ekosistem, umumnya memiliki lebih dari satu rantai makanan. Tumbuhan hijau tidak hanya dimakan oleh satu organisme saja, melainkan dimakan oleh berbagai konsumen primer.

 Perhatikan gambar jaring-jaring makanan berikut. 

 
  Penjelasan jaring-jaring makanan tersebut adalah sebagai berikut. 

Sawi dan bunga sepatu menempati tingkatan tropik 1 sebagai produsen. Ulat, tikus, dan belalang adalah konsumen sekunder atau konsumen I yang memakan produsen pada tingkat tropik II. Katak dan burung pipit merupakan konsumen primer atau konsumen II yang memakan konsumen sekunder pada tingkat tropik III. Elang sebagai konsumen puncak yang memakan burung pipit dan katak.

 Dapat disimpulkan, dari jaring-jaring makanan tersebut terdapat 5 rantai makanan, yaitu: Bunga sepatu, ulat, burung pipit, elang Sawi, tikus, elang. Sawi, belalang, katak, elang. Sawi, belalang, burung pipit, elang. Sawi, ulat, burung pipit, elang Akibatnya, dalam suatu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan saja tetapi banyak bentuk rantai makanan. Rantai-rantai tersebut saling berhubungan antara satu dengan yang lain, itu disebut jaring-jaring makanan.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Penjelasan Rantai Makanan dalam Ekosistem Lengkap dengan Gambar" , https://katadata.co.id/intannirmala/berita/6139bfbb04838/penjelasan-rantai-makanan-dalam-ekosistem-lengkap-dengan-gambar
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Intan Nirmala Sari
 

Artikel ini telah tayang di 
Katadata.co.id dengan judul "Penjelasan Rantai Makanan dalam Ekosistem Lengkap dengan Gambar" , https://katadata.co.id/intannirmala/berita/6139bfbb04838/penjelasan-rantai-makanan-dalam-ekosistem-lengkap-dengan-gambar
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Intan Nirmala Sari
sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.aistijournals.com%2F2020%2F10%2Fkunci-jawaban-kelas-5-tema-5-rantai.html&psig=AOvVaw1arb_6u4cMfnBcSUMz_nUR&ust=1644149118103000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCPjFm4fD6PUCFQAAAAAdAAAAABAJ
https://katadata.co.id/intannirmala/berita/6139bfbb04838/penjelasan-rantai-makanan-dalam-ekosistem-lengkap-dengan-gambar
https://cdn1.katadata.co.id/media/images/temp/2021/09/09/Gambar_Jaring-jaring_Makanan_dan_Proses_Makan_Dimakan_dalam_Ekosistem-2021_09_09-14_49_49_1639b5856fa4844f6776ca624640832f.png

Kamis, 03 Februari 2022

OBSERVASI LINGKUNGAN SMP NEGERI 1 WONOSARI

 Pada hari Rabu, 3 Februari 2022 kemarin, kami melakukan observasi di lingkungan SMP N 1 Wonosari. Kami semua berkeliling sekolah untuk mencari benda biotik dan benda abiotik lalu mengidentifikasinya. Kami ditugaskan untuk melakukan observasi dalam bentuk vlog dan kami juga dibentuk dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok pun langsung berpencar dan menjelajahi lingkungan SMP 1 Wonosari. Setelah menemukan beberapa makhluk hidup dan beberapa benda mati, kami mengfoto dan mengvideo benda tersebut. Di lingkunan SMP N 1 Wonosari, terdapat banyak sekali macam macam tumbuhan. Seperti pucuk merah, kuping gajah, pohon cemara, tanaman cabai, lidah buaya, pohon beringin, aneka tumbuhan dedaunan, dan juga aneka bunga yang berwarna-warni. Ada juga macam-macam hewan yaitu ikan, semut, nyamuk, cicak, kupu-kupu, burung, laba-laba, dan juga kumbang. Terdapat pula aneka konponen abiotik meliputi air, tanah, matahari, meja, kursi, tempat sampah, batu, kolam, wastafel, dan masih banyak lagi. Setelah mendapatkan cukup banyak foto dan video, seluruh kelompok pun menyelesaikan observasi mereka dan menuliskan hasil observasi di selembar kertas.